{"id":15,"date":"2024-10-28T00:31:12","date_gmt":"2024-10-28T00:31:12","guid":{"rendered":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/512"},"modified":"2024-11-21T03:32:50","modified_gmt":"2024-11-21T03:32:50","slug":"peringatan-hari-sumpah-pemuda-hsp-ke-96","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/2024\/10\/28\/peringatan-hari-sumpah-pemuda-hsp-ke-96\/","title":{"rendered":"Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-96"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>Sardonoharjo (28\/10),<\/em> Sumpah Pemuda, yang secara resmi disebut sebagai Keputusan Kongres Pemuda Indonesia (ejaan van Ophuijsen: Poetoesan Congres Pemoeda-pemoeda Indonesia) adalah ikrar yang diucapkan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada 28 Oktober 1928, yang menetapkan jati diri bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini merupakan bentuk pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia oleh pemuda dan pemudi di Indonesia dengan pernyataan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.<\/p>\n<p><strong>Rumusan dan isi :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Mohammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga.[6] Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[7]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rumusan final untuk ketiga keputusan Sumpah Pemuda ditulis dalam ejaan van Ophuijsen sebagai berikut.<\/p>\n<p>Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Bunyi ketiga keputusan kongres dalam Ejaan Bahasa Indonesia (ejaan terbaru yang digunakan pada masa kini):<\/p>\n<p>Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.<\/p>\n<p>Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Peringatan :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sejak tahun 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, yaitu hari nasional bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Logo dan tema Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-96 tahun 2024 telah diluncurkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo di di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, pada Jumat (11\/10) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Puncak acara peringatan HSP ke-96 akan digelar pada tanggal 28 Oktober 2024 di anjungan rumah adat DI Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini mengusung tema besar yakni &#8220;Maju Bersama Indonesia Raya&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Logo HSP ke-96 menggambarkan tiga pemuda dengan warna berbeda memegang bendera merah putih yang berkibar keatas dengan tulisan dibawahnya 96 Tahun Sumpah Pemuda dan tema Maju Bersama Indonesia Raya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tiga pemuda yang melambangkan keragaman Indonesia memaknai pemuda yang tumbuh dengan semangat tak terbendung untuk maju bersama untuk Indonesia raya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemuda menggengam bendera merah putih\u00a0 dan mengibarkan hingga ke angkasa melambangkan semangat Merah Putih harus terus berkibar dalam setiap jiwa pemuda Indonesia. Dan harus memastikan bahwa semangat tersebut tidak hanya tumbuh, tetapi juga diberdayakan dan dikembangkan seoptimal mungkin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Semangat pemuda tersebut juga\u00a0 mencakup penguatan kepribadian, wawasan, potensi kewirausahaan, inovasi, kemandirian, serta jiwa kepeloporan dan kepemimpinan<\/p>\n<p><strong>Berikut filosofi yang terkandung dalam Logo HSP ke-96:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Ragam Pemuda, tiga pemuda dengan warna berbeda mewakili keberagaman yang mampu maju bersama untuk Indonesia Raya<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merah Putih Dinamis, mewakili Indonesia yang bergerak dinamis menuju kemajuan bangsa dan keemasan Indonesia<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Lompatan Tertinggi, posisi para pemuda yang melompat menunjukkan kemampuan pemuda untuk memacu Indonesia ke tempat lebih tinggi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Cornsilk, warna seperti serabut jagung menandakan usia pemuda yang masih &#8220;seumur jagung&#8221; namun menjadi sumber kehidupan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Emas Muda, warna mewakili potensi emas pemuda Indonesia untuk keberlangsungan bangsa di masa mendatang<\/li>\n<li>Emas, representasi harapan menuju Indonesia Emas 2045<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sumber :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sumpah_Pemuda\">id.wikipedia.org\/wiki\/Sumpah_Pemuda<\/a><\/p>\n<p>deputi2.kemenpora.go.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sardonoharjo (28\/10), Sumpah Pemuda, yang secara resmi disebut sebagai Keputusan Kongres Pemuda Indonesia (ejaan van Ophuijsen: Poetoesan Congres Pemoeda-pemoeda Indonesia) adalah ikrar yang diucapkan oleh pemuda-pemudi Indonesia pada 28 Oktober 1928, yang menetapkan jati diri bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini merupakan bentuk pergerakan kemerdekaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":16,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-15","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":822,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15\/revisions\/822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}