{"id":732,"date":"2022-03-16T23:00:37","date_gmt":"2022-03-16T23:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/67"},"modified":"2022-03-16T23:00:37","modified_gmt":"2022-03-16T23:00:37","slug":"nostalgia-nonton-layar-tancap-di-balai-kalurahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/2022\/03\/16\/nostalgia-nonton-layar-tancap-di-balai-kalurahan\/","title":{"rendered":"Nostalgia Nonton Layar Tancap di Balai Kalurahan"},"content":{"rendered":"<p>Lapangan Kalurahan Sardonoharjo pada Selasa malam (21\/10) terasa sangat menyenangkan karena kita dibuat bernostalgia dengan kenangan masa lalu yaitu nonton bareng layar tancap. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Angga selaku perwakilan dari Dinas Kebudayaan DIY mengatakan bahwa program Sinema Keliling merupakan pemutaran film pendek yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY agar dapat memberikan pilihan tontonan berupa film pendek dari DIY kepada masyarakat DIY. &ldquo;Diharapkan film-film yang kami putarkan tidak hanya sekedar memberikan hiburan, tetapi juga pendidikan kepada masyarakat.&rdquo;ujarnya.<br \/>Film-film yang diputar pada acara tersebut antara lain tentang &ldquo;Unggah-ungguh&rdquo; dalam bertatakrama di masyarakat. Selain itu juga diputar film berjudul &ldquo;Sing Penting Yakin&rdquo; yang menceritakan tentang kisah seorang pemuda yang tidak lulus SMA terpaksa harus belajar Bahasa Inggris dalam waktu singkat karena akan ada kunjungan dari Turis asing. Walaupun dengan terbata-bata, kerja kerasa Kirun tidaklah sia-sia. Pesan yang disampaikan dalam film tersebut adalah tidak ada kata terlambat untuk belajar.<br \/>Film pendek hasil karya teman-teman Karang Taruna Sardonoharjo berjudul &ldquo;Mulih Kampoeng Mbangun Desa juga ditampilkan dalam acara tersebut. Film pendek yang disutradarai Eka Sastra Kurniawan tersebut mendapat penghargaan dalam Lomba Film Pendek Festival TV Desa 2021 di Kota Batu, Malang. Secara garis besar film tersebut menceritakan tentang seorang pemuda yang jenuh dengan kehidupan perkotaan yang akhirnya kembali ke kampung halamannya ikut bersama membangun Desa tercintanya.<br \/>Dikarenakan masih dalam kondisi pandemic Covid-19 pemutaran film juga tetap mentaati protokol kesehatan. Penonton dibatasi sejumlah maksimal 50 orang, harus selalu mengenakan masker, dan menjaga jarak. Meskipun begitu, keasyikan menikmati nostalgia nonton layar tancap tetap dapat dirasakan. Achmad Budi Setiawan selaku Carik Sardonoharjo mengaku merasa tergugah mengingat kembali sejarah masa lalu namun kali ini dipadukan dengan inovasi teknologi yang berkembang saat ini.&rdquo;Saya sangat mengapresiasi kegiatan pemutaran film pendek seperti ini dan berharap semoga besok pemuda-pemuda kita dapat juga menciptakan film-film pendek tentang pendidikan dan budaya sehingga mampu memanfaatkan media dengan baik.&rdquo;ujarnya.<br \/>Film berjudul &ldquo;Kembalilah Dengan Tenang&rdquo; yang disutradari oleh M. Reza Fahryansyah menjadi film utama dan penutup dalam rangkaian kegiatan sinema keliling. Film tersebut menceritakan tentang seorang ayah yang ditinggalkan oleh anak satu-satunya meninggal secara tiba-tiba. Hal tersebut membuat dirinya kesusahan mengurusi segala sesuatu yang serba terbatas saat pengurusan jenazah anaknya. Reza selaku sutradara film tersebut juga hadir dan melayani diskusi dengan para penonton yang tampak sangat antusias. Ia menjelaskan bahwa film tersebut diproduksi pada tahun 2018 yang sebelumnya ia melakukan riset selama kurang lebih 2 tahun untuk menggali lebih dalam tentang fenomena kurangnya lahan pemakaman umum sehingga kemudian muncul makam tumpuk dan sewa makam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lapangan Kalurahan Sardonoharjo pada Selasa malam (21\/10) terasa sangat menyenangkan karena kita dibuat bernostalgia dengan kenangan masa lalu yaitu nonton bareng layar tancap. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Angga selaku perwakilan dari Dinas Kebudayaan DIY mengatakan bahwa program Sinema Keliling merupakan pemutaran film pendek yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":733,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=732"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/732\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sardonoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}