Asal Usul Padukuhan Candirejo

December 12, 2025

DAPOBUD-OPK: Tradisi Lisan,

Padukuhan Candirejo merupakan salah satu padukuhan yang memiliki
sejarah panjang dan nilai budaya yang kuat. Menurut cerita turun-temurun, wilayah
ini berdiri berkat peran para sesepuh dan cikal bakal yang menjadi panutan
masyarakat, yaitu Mbah Reming (Candirejo), Mbah Bonjot (Bonjotan), Mbah So
Drono (Ngangkruk), dan Mbah Doryat (Nglanjaran). Keempat tokoh tersebut
dikenal sebagai pendiri awal masing-masing kampung/dusun yang kini menjadi
bagian dari Padukuhan Candirejo.

Secara etimologis, nama Candirejo berasal dari dua kata dalam bahasa
Jawa, yaitu Candi dan Rejo. Candi berarti batu, yang menunjukkan bahwa di
wilayah utara padukuhan, tepatnya di kawasan Universitas Islam Indonesia (UII)
ditemukan situs peninggalan bersejarah berupa Candi Gajah. Sedangkan Rejo
berarti subur atau makmur. Makna ini mencerminkan kondisi masyarakat

Candirejo yang hidup dengan kesejahteraan dan semangat kebersamaan.
Keberadaan UII di sekitar wilayah Candirejo juga membawa dampak positif
terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, sejalan dengan makna kata
rejo itu sendiri.

Padukuhan Candirejo terdiri dari empat kampung, yaitu Candirejo,
Bonjotan, Ngangkruk, dan Nglanjaran. Masing-masing kampung memiliki ciri khas
dan sejarah lokal yang tetap dijaga hingga kini. Secara sosial, masyarakat
Candirejo dikenal memiliki sifat kondusif, dinamis, dan aktif. (sumber : Sugeng
Riyanto)