Asal Usul Padukuhan Rejosari

December 12, 2025

DAPOBUD-OPK: Tradisi Lisan,

Sejarah Dusun Rejosari diambil dari nama nenek moyang yang menjadi cikal bakal dusun Rejosari, nama ini juga digunakan sebagai nama bendungan di Kali Trasi (keterangan dari cerita turun temurun sesepuh Rejosari).

Gotong royong dalam definisinya berasal dari bahasa Jawa, yakni “gotong” yang berarti mengangkat dan “royong” berarti bersama-sama sehingga gotong royong dapat diartikan sebagai sebuah istilah bekerja bersama-sama dalam suatu kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan bersama tanpa mementingkan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Gotong royong diyakini bermanfaat sebagai salah satu sarana silaturahmi dan solidaritas antar sesama, mendorong efisiensi waktu dan tenaga, serta meningkatkan rasa kepedulian dan jiwa sosial. Gotong royong juga merupakan tradisi
dan menjadi identitas budaya Indonesia yang masih bertahan, baik secara sederhana maupun secara masif.

Meskipun tidak ada nama atau istilah khusus dalam penyebutan gotong royong, hampir semua Padukuhan di Sardonoharjo termasuk Padukuhan Rejosari, Padukuhan Jetis Baran, Padukuhan Candi Karang, dan Padukuhan Candi Dukuh masih mempertahankan tradisi tersebut. Implementasi dari sistem gotong royong di kelurahan ini dapat dilihat dari kegiatan bersih-bersih jalan dan membersihkan parit/selokan yang dilakukan secara berkala seperti setiap hari Minggu pagi atau di waktu-waktu tertentu, hingga
bekerja sama dalam membangun rumah warga.