Candikarang (17/08), Warga Padukuhan Candikarang kembali menggelar acara budaya Candrasari Gumregah yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keduanya. Dengan mengusung tema besar “Jejeg Ning Ati, Brandol Krompol Padukuhan Candikarang,” rangkaian kegiatan berlangsung sejak Jumat (15/8) hingga Minggu (17/8) 2025 dan diikuti dengan antusias oleh seluruh warga.
Hari pertama dibuka secara resmi oleh anggota dewan bersama panewu serta pamong Kalufahan Sardonoharjo dengan simbolis pemukulan Gong dan penerbangan balon, kemudian disemarakkan Pentas Bintang Candikarang pada malam harinya. Berbagai penampilan seni warga menjadi hiburan sekaligus ajang unjuk bakat.
Sabtu pagi (16/8), warga berkumpul untuk mengikuti jalan sehat dan senam bersama. Pada malam harinya, arak-arakan tumpeng oleh Bregodo Candimendiro menjadi momen sakral yang kemudian ditutup dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang muda Muhammad Zaki, yang berhasil memukau penonton hingga dini hari.
Puncak acara digelar pada Minggu (17/8). Setelah upacara pagi, masyarakat tumpah ruah di jalanan untuk menyaksikan kirab budaya dan karnaval yang menampilkan kreasi unik dari berbagai kelompok warga dari masing-masing RT dan RW se Padukuhan Candikarang.
Di antara peserta karnaval, warga Candisari bersama Bank Sampah Srikandi Candisari (BSSC) tampil dengan tema “Bumiku Bersih.” Mereka menghadirkan maskot berbentuk globe yang terbuat dari botol bekas, serta kostum unik dari bahan daur ulang seperti bungkus mie instan, kemasan kopi, hingga plastik rumah tangga.

Kreativitas ini selaras dengan tujuan BSSC yang selama ini aktif mengkampanyekan pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan yang mereka bawa jelas, menjaga kebersihan bumi bisa dimulai dari lingkungan sekitar.
Meski penampilan Candisari belum berhasil meraih hasil maksimal dalam penilaian juri, warga tidak patah semangat. Justru, mereka menilai bahwa partisipasi dan pesan yang dibawa jauh lebih penting daripada hasil lomba.
“Bagi kami bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana masyarakat bisa belajar peduli lingkungan sekaligus tetap melestarikan budaya,” ujar salah seorang tokoh pemuda Candisari.
Candrasari Gumregah 2 menjadi bukti nyata bahwa budaya, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. Semangat gotong royong warga Padukuhan Candikarang menjadikan acara ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga ruang ekspresi sekaligus edukasi tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan bumi tempat berpijak.


Quotes partisipasi dan pesan yang ingin disampaikan jauh lebih penting daripada hasil lomba,,keren ini mah,jangan buang sampah sembarangan ya,,,