Oleh : Nikala Karsa (Mahasiswa KKN STIKes Surya Global)
Sejak 13 Januari 2025, kami, mahasiswa KKN STIKes Surya Global, memulai perjalanan yang penuh pengalaman di Padukuhan Wonosobo RW 18, Kalurahan Sardonoharjo. Langit pagi di Padukuhan Wonosobo menyambut dengan hangat, seolah ikut menyapa kedatangan kami. Angin berembus lembut membawa aroma sawah dan dedaunan yang masih basah. Suara ayam berkokok dan cericit burung menemani langkah pertama kami di desa ini. Memberi pertanda bahwa hidup di sini berjalan dalam irama yang tenang dan bersahaja.
Pak Nur, Kepala Dukuh yang penuh senyum, bersama warga menyambut kami seperti sanak saudara yang lama tak pulang. “Selamat datang, Mbak. Semoga betah di sini,” ujarnya dengan nada hangat yang langsung mencairkan kegugupan kami.
Sejak hari pertama, keramahan warga seolah menjadi matahari yang selalu menghangatkan hati kami. Senyuman tulus yang menghiasi wajah mereka mengajarkan bahwa kebaikan tak butuh alasan besar. Saat kami mengetuk pintu rumah untuk melakukan survey studi komperhenshif mengenai status kesehatan warga, pintu itu tak hanya terbuka untuk menerima informasi, tetapi juga untuk berbagi cerita dan tawa.
Dengan semangat kebersamaan, kami mengadakan berbagai program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap RT. Pengalaman yang kami dapatkan tidak hanya soal berbagi ilmu, tetapi juga belajar banyak hal dari warga yang luar biasa.

Peresmian Posyandu Lansia di Padukuhan Wonosobo RW 18
Tanggal 23 Januari menjadi momen bersejarah bagi warga Padukuhan Wonosobo RW 18 dengan diresmikannya “Posyandu Lansia”. Acara ini dihadiri oleh banyak lansia yang penuh semangat, meskipun beberapa di antara mereka harus dibantu keluarga untuk datang.
Selain peresmian, kami juga mengadakan edukasi tentang stroke di RT 01. Agar menuju megurangi presentase risiko stroke di desa tersebut, kami memeberikan Langkah-langkah preventif untuk mencegahnya.

RT 02: Sedekah Sampah sebagai Langkah Awal Peduli Lingkungan
Di RT 02, tantangan utama adalah kebiasaan warga yang mayoritas masih mengolah sampah dengan cara dibakar, bahkan ini bukan sekedar masalah di RT 02 saja,namun di RT lainnya pun tidak jauh berbeda. Untuk itu, kami memperkenalkan program “Sedekah Sampah”. Kami menyediakan kotak sampah khusus untuk sampah anorganik yang bisa didaur ulang. Warga diajak untuk mengumpulkan sampah tersebut, yang nantinya dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi.
“Kelihatannya kecil, ya, tapi kalau dikumpulin bisa memiliki. Setidaknya nggak bikin polusi dari pembakaran,” ujar salah satu anggota kami.
Harapannya, program ini bisa menjadi langkah awal meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah dengan lebih bijak. Sehingga bisa menjadi contoh yang bisa dijadikan panutan masyarakat disekelilingnya.
RT 03: Semangat Hijau dengan Program Go Green
Di RT 03, kami ingin mengaktifkan kembali program yang sempat vakum, yaitu “Go Green” yang bertujuan untuk mendorong warga kembali semangat menjaga lingkungan yang hijau dan sehat. Bersama warga, kami membersihkan lahan Go Green dan menanam tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, sereh, sambiloto, kemuning jepang, seledri, cabe, papaya dan daun mint.
“Wah, ini tanaman bisa buat obat batuk, ya?” tanya salah satu warga Selokerto yang awalnya ragu untuk mengikuti kegiatan.
“Iya, Bu. Nggak perlu beli obat kalau tanaman ini dirawat dengan baik,” jawab kami dengan senyum.
Setelah mengikuti program edukasi dan demonstrasi pembuatan obat herbal, semangat warga untuk menjaga lingkungan pun meningkat. Harapannya, program ini bisa terus berlanjut meski kami sudah tidak berada di sana.

Malam Perpisahan yang Mengharukan
Sebulan berlalu begitu cepat. Malam perpisahan di balai padukuhan menjadi momen yang penuh kehangatan dan tangis air mata. Ibu Sandra, selaku ibu dukuh membantu kami mempersiapkan acara “MMD” atau Musyawarah Masyarakat Desa sekaligus penutupan sementara kami mempersembahkan cinderamata sederhana sebagai bentuk ungkapan terima kasih.
Padukuhan Wonosobo bukan sekadar tempat KKN bagi kami, tapi rumah kedua yang penuh dengan kehangatan. Di sini kami belajar bahwa kebersamaan bisa mengubah banyak hal. Dari sapaan hangat Pak Dukuh, senyum semangat para lansia, hingga gotong royong warga dan pemuda/i yang luar biasa, semua itu akan selalu kami kenang.
Terima kasih sudah menerima kami dengan tangan terbuka. Semoga Posyandu Lansia yang sudah diresmikan, Sedekah Sampah yang telah dibuat serta semangat Go Green yang mulai tumbuh bisa terus berjalan, bahkan setelah kami pergi. Meski waktu kebersamaan ini singkat, doa kami akan selalu menyertai Padukuhan Wonosobo.
Kami pulang dengan banyak kenangan indah dan pelajaran hidup yang tidak ternilai. Semoga jejak kecil yang kami tinggalkan bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih besar
Terima kasih, Wonosobo, untuk cerita yang tak terlupakan!
Salam Hangat, Nikala Karsa!

