Kenduri Banyu Udan

November 3, 2025

DAPOBUD-OPK: Ritus,

Dokumentasi Para Partisipan dalam Kenduri Banyu Udan
Sumber: Sanggar Banyu Bening dan Narasumber (Pak Sigit)

Kenduri Banyu Udan merupakan ritual adat yang dilaksanakan setiap tanggal 9 September dan diinisiasi oleh Sanggar Banyu Bening. Makna dari prosesi ini adalah untuk memberikan pemahaman atau penalaran serta edukasi terhadap anak-anak dan remaja betapa pentingnya air hujan meskipun di wilayahnya sangat melimpah. Tujuan dari Kenduri Banyu Udan sebagai wujud terima kasih atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan serta pengetahuan terkait pengelolaan air hujan yang dapat berguna bagi pengobatan, kesuburan alam, dan lain-lain. Tahapan dari kenduri ini diawali oleh salah seorang penari Tari Riris yang membawa kendi yang berisi banyu udan (air hujan) dan setelahnya diarak keliling kampung oleh prajurit bergodo. Kemudian, air hujan di dalam kendi tersebut dituang ke dalam kendi/wadah yang lebih besar, setelahnya Tari Riris mulai ditarikan oleh remaja yang belum menikah sekitar 6 penari dengan properti rangkaian bunga melati asli. Kenduri Banyu Udan telah dilaksanakan sejak 10 tahun silam yang mana juga bertujuan untuk mendukung adanya kegiatan dari Sanggar Banyu Bening. Kegiatan lebih lanjut dari kenduri ini adalah proses penyulingan air hujan yang dimanfaatkan untuk lingkungan sekitar seperti kesehatan/pengobatan.