Tim Penggerak PKK Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik,menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Kerajinan Tangan dengan tema “Membatik”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 25 September 2025, bertempat di Joglo Cokrosuhartan,sekaligus tempat produksi “Mangagem Batik” yang beralamatkan di Dusun Mrisen,Sardonoharjo.

Pelatihan ini dalam program PKK Kalurahan dinamakan dengan “Sekolah Keterampilan”,yang sebelumnya adalah “Sekolah Jumat”.Walaupun “Sekolah Jumat” tetapi pelaksanaan tidak harus hari Jumat,hal ini merupakan inovasi turunan dari program TP PKK Kabupaten Sleman.

Kegiatan “sekolah keterampilan” PKK Sardonoharjo dilaksanakan 4 (empat) kali dalam satu tahun,dengan satu tema.Yang akan diisi dengan mulai ilmu dasar tema hingga praktek dan pemasaran. Dengann kuota peserta 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu penggiat UMKM,ibu-ibu PKK bahkan ada anggota kelompok tani,dan tentunya yang berminat melatih diri sesuai dengan tema yaitu “Membatik”.

Menghadirkan narasumber yang kompeten,sekolah keterampilan dengann tema membatik ini diharapkan mampu memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam belajar membatik mulai dari dasar hingga produknya memiliki nilai jual.

Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Sardonoharjo, Eisa Rastra Dewi dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan sekali waktu, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif di tengah masyarakat dan mampu mendukung pariwisata Kalurahan Saronoharjo.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terlihat dari semangat dan keaktifan mereka selama proses pelatihan berlangsung. Di akhir kegiatan, setiap peserta berhasil membuat satu buah taplak batik karya sendiri yang nantinya dapat dijadikan contoh untuk produksi di rumah.

setelah selesai pelatihan,dibentuk kelompok batik yang aktif sampai saat ini sehingga bisa menciptakan karya-karya seni batik berupa seragam,yang mana sudah ditetapkan pula intruksi Bupati Sleman,bapak Harda Kiswaya bahwa penggunaan seragam batik dilingkungan instansi demi menghidupkan para perajin batik,terlebih setiap instansi sudah dibagi untuk pemesanannya yaitu di tempat produsen terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *